Rabu, 22 November 2017

A beatifull mind




Disusun oleh :
Nama                   : muhammad rizki
Npm                    : 01.17.037
Mata kuliah         : Pengantar ilmu psikologi
Semester             : Satu/Ganjil
Nama Dosen       : Sumarni Bayu Anita S.sos, M.A

Jurusan               : Ilmu Komunikasi

 

FORMAT LAPORAN
PENDEKATAN INTERVENSI PSIKOLOGI KLINIS DAN REVIU FILM
===========================================================
Judul Film             : A Beautiful Mind
Pemain Utama           : Russell Crowe sebagai John Forbes Nash, Jr.
Tahun produksi         : 2001
Durasi Film            : 02 : 15 : 19
Setting Gangguan       : Schizophrenia Paranoid

Pemeran

Hasil gambar untuk A BEAUTIFUL MIND




 Dalam film ini John Nash sangat beruntung karena faktor lingkungan dan keluarga sangat mendukung penyembuhannya. Istrinya Alicia sangat setia menemani penyembuhan suaminya , setia mengontrol obat – obat yang harus diminum, menemaninya saat ECT dan selalu mendampingi nya. Hal tersebut sedikit banyak membuat penyembuhan Nash menjadi lebih mudah untuk dijalani. Untuk seorang yang sedang bermasalah , penerimaan , dukungan dan cinta dari keluarga dan orang terdekat sangat berpengaruh terhadap kemajuan penyembuhan yang dilakukan. Hal itu terbukti Nash dapat mengendalikan pikirannya dan tetap hidup normal dan mendapatkan nobel di usianya yang senja. Nash dapat mengontrol dirinya untuk dapat membedakan mana hal yang nyata mana delusi dan halusinasinya. Dala hal ini peran Alicia , istrinya sangat besar untuk dukungan dan kesabarannya mendampingi proses  penyembuhannya.
            Awalnya mula Nash terungkap mengidap Skizofrenia paranoid ketika ia sedang membawakan makalahnya di sebuah seminar di Harvard , delusinya muncul , ia ketakutan dan bertingkah aneh tanpa sebab ketika membawakan makalahnya dan tanpa sebab lari meninggalkan acara dengan ketakutan. Dr Rosen yang merupakan ahli jiwa menangkap dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Setelah dutanya apa yang menjadi kegelisahan dari Nash dan Nash menceritakan semuanya. Setelah itu Dr Rosen mengecek tentang teman sekamar dan tentang Parcher yang ternyata hanya tidak nyata.  Disinalah terungkap bahwa Nash mengidap Skizofrenia akut. Bahwa kejadian – kejadian yang dialami dan diyakini Nash selama ini hanya khayalan belaka. Bahwa tidak pernah ada teman sekamar dan keponakannya Marcee , ataupun delusinya tentang Parcher dengan proyek rahasiannya. Setelah tau bahwa Nash mengalami skizofrenia, Dr Rosen mulai memberikan terapi obat psikoterapetik dan penanganan di rumah sakit jiwa. Setelah Nash mulai menyakiti dirinya karena mencari simbol di tangan yang menurutnya diberikan Parcher kepadanya . Dr Rosen memberikan terapi ECT (Electroshock Therapy) atau terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu . Setelah itu Nash mulai boleh di pulangkan dan rawat jalan di rumah, namun tetap menjalani perawatan meminum obat Psikoterapetik secara teratur. Selain itu yang tidak kalah penting terapi sosial yang diberikan oleh istrinya dengan tetap bertahan memberikan dukungan , support dan cinta tulusnya pada sang suami membuat terapi penyembuhan dan terus berusaha dan tidak putus asa dalam menghadapi masalah dan penyakitnya .
            Gangguan yang dialami John Nash dalam film ini adalah Skizofrenia paranoid.Skizofrenia merupakan kelainan yang ditandai oleh penurunan kemampuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena adanya suatu kombinasi dari halusinasi, delusi, gangguan pikiran, gangguan pergerakan, dan ekspresi emosi yang tidak sesuai (American Psychiatric Association, 1994). Dalam skizofrenia sendiri terdapat beberapa tipe, dan Nash termasuk dalam tipe Skizofrenia Paranoid, karena munculnya delusi , halusinasi dan cenderung agresif. Selain itu,  sympton yang dialami Robert pun adalah sympton positif yaitu adalah delusi atau keyakinan pada sesuatu yang salah dan adanya gangguan emosi , perilaku dan pikiran Beberapa bukti bahawa Nash mengalami Skizofrenia paranoid adalah dengan adanya delusi atau keyakinan yang salah yaitu dengan menyakini bahwa dirinya mendapatkan tugas menjadi mata – mata dan pemecah kode dari tentara Sovyet dan Parcher , padahal tidak pernah terjadi dan itu hanya di pikirannya. Selain itu , Nash juga berhalusinasi mempunyai teman sekamar di asramanya yaitu Charles Herman yang setia memahaminya dan juga keponakannya dari Herman yaitu Marcee yang sangat lucu, padahal hal tersebut tidak pernah nyata dan hanya di khayalannya saja. Selain itu adanya penarikan diri dari lingkungan dan sosialnya ketika berkuliah , Nash cenderung menyendiri dan menutup diri dari lingkungannya. Selain itu juga terdapat gangguan emosional ketika Nash menggendong anaknya , dan anaknya menangis namun John tidak menggubrisnya dan meninggalkan anaknya di bak mandi padahal anaknya masih bayi. Hal – hal tersebut sudah dapat menyiratkan bahwa Nash mengalami Skizofrenia paranoid. Pendekatan atau terapi yang digunakan untuk penyembuhan Nash adalah dengan cara ECT atau Electroshock Therapy atau terapi elektrokonvulsif selama 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan antidepresan mudah diperoleh. Cara kerja terapi ini yaitu dengan mengalirkan arus listrik berdaya rendah ke otak yang cukup untuk menghasilkan kejang yang mirip dengan kejang epileptik. Kejang inilah yang menjadi terapetik bukan arus listriknya. Sebelum dilakukan ECT pasien disuntikkan insulin sebagai pelemas otot yang akan mencegah spasme konvulsif otot – otot tubuh dan kemungkinan cidera. Efek samping menggunakan ECT adalah gangguan memori. Namun, efek samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang dialirkan. Setelah  dilakukan perawatan di rumah sakit jiwa , Nash dipulangkan dan menjalani perawatan jalan di rumahnya namun tetap meminum obat – obat psikoterapetik yang diberikan Dr. Rossel. Obat ini harus Nash rutin minum dan diawasi langsung oleh Alicia , istrinya. Meskipun obat psikoterapetik tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, namun obat obat antipsikotik akan membantu penderita untuk menghilangkan halusinasi dan memulihkan proses berpikir rasional. Cara kerja obat – obat ini dengan menghambat reseptor dopamin dalam otak . Namun, efek dari pemakaian obat – obat antipsikotik ini adalah sulit berkonsentrasi, menghambat proses berpikir, dan tidak memiliki gairah seksual. Selain itu terapi yang sangat penting adalah terapi sosial yang diberikan Alicia dengan tetap mendukung, menerima dan menemani serta memberi cinta dan kasih yang tulus dalam proses penyembuhan Nash. Disini letak peran keluarga dan orang terdekat untuk memberi dukungan moral dan penerimaaan yang tulus serta empati kepada penderita Skizofrenia. Bahwa mereka dicintai, masih diterima dan tidak sendiri dalam menghadapi masalah dan penyakit yang dialami. Hal itu terbukti Nash akhirnya dapat mengontrol dirinya dan dapat membedakan mana ranah delusi dan halusinasinya dan mana kehidupan nyatanya. Hal tersebut untuk penderita Skizofrenia adalah pencapaian yang luar biasa, karena memang belum ditemukan obat untuk dapat menyembuhkan total penderita Skizofrenia. Obat psikoterapetik dan terapi – terapi yang diberikan hanya untuk mengurangi delusi dan halusinasi dan penderita hanya bisa mengontrol dan berusaha sadar mana yang ranah delusi halusinasi mana kehidupan nyata nya. Dan yang paling menakjubkan , Nash di usia senja nya dapat meraih nobel dan terus berkarya walaupun menghadapi penyakitnya . 

Skizofrenia adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar