Disusun oleh :
Nama : muhammad rizki
Npm : 01.17.037
Mata kuliah : Pengantar ilmu psikologi
Semester : Satu/Ganjil
Nama Dosen : Sumarni Bayu Anita S.sos, M.A
Jurusan : Ilmu Komunikasi
FORMAT LAPORAN
PENDEKATAN INTERVENSI
PSIKOLOGI KLINIS DAN REVIU FILM
===========================================================
Judul Film : A Beautiful Mind
Pemain Utama : Russell Crowe sebagai John Forbes Nash, Jr.
Tahun produksi : 2001
Durasi Film : 02 : 15 : 19
Setting Gangguan : Schizophrenia Paranoid
Pemeran
- Russell Crowe sebagai John Forbes Nash, Jr.
- Jennifer Connelly sebagai Alicia Nash
- Paul Bettany sebagai Charles Herman
- Ed Harris sebagai William Parcher
- Josh Lucas sebagai Martin Hansen
- Adam Goldberg sebagai Sol
- Anthony Rapp sebagai Bender
- Vivien Cardone sebagai Marcee
- Christopher Plummer sebagai Dr. Rosen
- Judd Hirsch sebagai Helinger
- Jason Gray-Stanford sebagai Ainsley Neilson
Dalam film ini John Nash sangat
beruntung karena faktor lingkungan dan keluarga sangat mendukung
penyembuhannya. Istrinya Alicia sangat setia menemani penyembuhan suaminya ,
setia mengontrol obat – obat yang harus diminum, menemaninya saat ECT dan
selalu mendampingi nya. Hal tersebut sedikit banyak membuat penyembuhan Nash
menjadi lebih mudah untuk dijalani. Untuk seorang yang sedang bermasalah ,
penerimaan , dukungan dan cinta dari keluarga dan orang terdekat sangat
berpengaruh terhadap kemajuan penyembuhan yang dilakukan. Hal itu terbukti Nash
dapat mengendalikan pikirannya dan tetap hidup normal dan mendapatkan nobel di
usianya yang senja. Nash dapat mengontrol dirinya untuk dapat membedakan mana
hal yang nyata mana delusi dan halusinasinya. Dala hal ini peran Alicia ,
istrinya sangat besar untuk dukungan dan kesabarannya mendampingi proses
penyembuhannya.
Awalnya mula Nash terungkap mengidap Skizofrenia paranoid ketika ia sedang
membawakan makalahnya di sebuah seminar di Harvard , delusinya muncul , ia
ketakutan dan bertingkah aneh tanpa sebab ketika membawakan makalahnya dan
tanpa sebab lari meninggalkan acara dengan ketakutan. Dr Rosen yang merupakan
ahli jiwa menangkap dan membawanya ke rumah sakit jiwa. Setelah dutanya apa
yang menjadi kegelisahan dari Nash dan Nash menceritakan semuanya. Setelah itu
Dr Rosen mengecek tentang teman sekamar dan tentang Parcher yang ternyata hanya
tidak nyata. Disinalah terungkap bahwa Nash mengidap Skizofrenia akut.
Bahwa kejadian – kejadian yang dialami dan diyakini Nash selama ini hanya
khayalan belaka. Bahwa tidak pernah ada teman sekamar dan keponakannya Marcee ,
ataupun delusinya tentang Parcher dengan proyek rahasiannya. Setelah tau bahwa
Nash mengalami skizofrenia, Dr Rosen mulai memberikan terapi obat
psikoterapetik dan penanganan di rumah sakit jiwa. Setelah Nash mulai menyakiti
dirinya karena mencari simbol di tangan yang menurutnya diberikan Parcher
kepadanya . Dr Rosen memberikan terapi ECT (Electroshock
Therapy) atau
terapi elektrokonvulsif 5 kali seminggu selama 10 minggu . Setelah itu Nash
mulai boleh di pulangkan dan rawat jalan di rumah, namun tetap menjalani
perawatan meminum obat Psikoterapetik secara teratur. Selain itu yang tidak
kalah penting terapi sosial yang diberikan oleh istrinya dengan tetap bertahan
memberikan dukungan , support dan cinta tulusnya pada sang suami membuat terapi
penyembuhan dan terus berusaha dan tidak putus asa dalam menghadapi masalah dan
penyakitnya .
Gangguan yang dialami John Nash dalam film ini adalah Skizofrenia paranoid.Skizofrenia merupakan kelainan
yang ditandai oleh penurunan kemampuan dalam menjalani kehidupan sehari-hari
karena adanya suatu kombinasi dari halusinasi, delusi, gangguan pikiran,
gangguan pergerakan, dan ekspresi emosi yang tidak sesuai (American
Psychiatric Association, 1994).
Dalam skizofrenia sendiri terdapat beberapa tipe, dan Nash termasuk dalam tipe
Skizofrenia Paranoid, karena munculnya delusi , halusinasi dan cenderung
agresif. Selain itu, sympton yang dialami Robert pun adalah sympton
positif yaitu adalah delusi atau keyakinan pada sesuatu yang salah dan adanya
gangguan emosi , perilaku dan pikiran Beberapa bukti bahawa Nash mengalami
Skizofrenia paranoid adalah dengan adanya delusi atau keyakinan yang salah
yaitu dengan menyakini bahwa dirinya mendapatkan tugas menjadi mata – mata dan
pemecah kode dari tentara Sovyet dan Parcher , padahal tidak pernah terjadi dan
itu hanya di pikirannya. Selain itu , Nash juga berhalusinasi mempunyai teman
sekamar di asramanya yaitu Charles Herman yang setia memahaminya dan juga
keponakannya dari Herman yaitu Marcee yang sangat lucu, padahal hal tersebut
tidak pernah nyata dan hanya di khayalannya saja. Selain itu adanya penarikan
diri dari lingkungan dan sosialnya ketika berkuliah , Nash cenderung menyendiri
dan menutup diri dari lingkungannya. Selain itu juga terdapat gangguan
emosional ketika Nash menggendong anaknya , dan anaknya menangis namun John
tidak menggubrisnya dan meninggalkan anaknya di bak mandi padahal anaknya masih
bayi. Hal – hal tersebut sudah dapat menyiratkan bahwa Nash mengalami
Skizofrenia paranoid. Pendekatan atau terapi yang digunakan untuk penyembuhan
Nash adalah dengan cara ECT atau Electroshock Therapy atau terapi
elektrokonvulsif selama 5 kali seminggu selama 10 minggu. ECT merupakan terapi
yang sering digunakan pada tahun 1940 – 1960 sebelum obat antipsikotik dan
antidepresan mudah diperoleh. Cara kerja terapi ini yaitu dengan mengalirkan
arus listrik berdaya rendah ke otak yang cukup untuk menghasilkan kejang yang
mirip dengan kejang epileptik. Kejang inilah yang menjadi terapetik bukan arus
listriknya. Sebelum dilakukan ECT pasien disuntikkan insulin sebagai pelemas
otot yang akan mencegah spasme konvulsif otot – otot tubuh dan kemungkinan
cidera. Efek samping menggunakan ECT adalah gangguan memori. Namun, efek
samping ini dapat dihindari dengan menjaga rendahnya arus listrik yang
dialirkan. Setelah dilakukan perawatan di rumah sakit jiwa , Nash
dipulangkan dan menjalani perawatan jalan di rumahnya namun tetap meminum obat
– obat psikoterapetik yang diberikan Dr. Rossel. Obat ini harus Nash rutin
minum dan diawasi langsung oleh Alicia , istrinya. Meskipun obat psikoterapetik
tidak dapat menyembuhkan skizofrenia, namun obat obat antipsikotik akan
membantu penderita untuk menghilangkan halusinasi dan memulihkan proses
berpikir rasional. Cara kerja obat – obat ini dengan menghambat reseptor
dopamin dalam otak . Namun, efek dari pemakaian obat – obat antipsikotik ini
adalah sulit berkonsentrasi, menghambat proses berpikir, dan tidak memiliki
gairah seksual. Selain itu terapi yang sangat penting adalah terapi sosial yang
diberikan Alicia dengan tetap mendukung, menerima dan menemani serta memberi
cinta dan kasih yang tulus dalam proses penyembuhan Nash. Disini letak peran
keluarga dan orang terdekat untuk memberi dukungan moral dan penerimaaan yang
tulus serta empati kepada penderita Skizofrenia. Bahwa mereka dicintai, masih
diterima dan tidak sendiri dalam menghadapi masalah dan penyakit yang dialami.
Hal itu terbukti Nash akhirnya dapat mengontrol dirinya dan dapat membedakan
mana ranah delusi dan halusinasinya dan mana kehidupan nyatanya. Hal tersebut
untuk penderita Skizofrenia adalah pencapaian yang luar biasa, karena memang
belum ditemukan obat untuk dapat menyembuhkan total penderita Skizofrenia. Obat
psikoterapetik dan terapi – terapi yang diberikan hanya untuk mengurangi delusi
dan halusinasi dan penderita hanya bisa mengontrol dan berusaha sadar mana yang
ranah delusi halusinasi mana kehidupan nyata nya. Dan yang paling menakjubkan ,
Nash di usia senja nya dapat meraih nobel dan terus berkarya walaupun
menghadapi penyakitnya .
Skizofrenia
adalah salah satu penyakit mental yang belum diketahui pasti penyebabnya. Bukti
terbaru mengatakan bahwa struktur maupun aktivitas otak penderitanya adalah
abnormal, namun demikian selain penyebab genetik (biologis) bisa dimungkinkan
bahwa skizofrenia juga disebabkan oleh faktor sosial dan psikologis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar